Biar Siswa Jenjang Menengah Tak Bosan, Lakukan Model Pembelajaran Discovery Learning

Biar Siswa Jenjang Menengah Tak Bosan, Lakukan Model Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran discovery learning merupakan suatu model pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk memahami konsep dan hubungannya melalui proses intuitif. Proses intuitif ini bisa berupa observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi hingga penentuan. Proses ini pada akhirnya akan berujung pada penarikan kesimpulan. Melalui cara ini, siswa akan menjadi lebih aktif dalam belajar. Metode ini cocok dipakai untuk para siswa menengah karena pola pikirnya yang sudah mulai dewasa sehingga bisa menghindari sikap pasif dan beralih ke sikap aktif.

Biar Siswa Jenjang Menengah Tak Bosan, Lakukan Model Pembelajaran Discovery Learning

Aplikasi Model Pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran ini diterapkan dalam proses pembelajaran agar para siswa dapat memahami materi dengan baik. Para siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan bahasa mereka sendiri sehingga semakin mudah dimengerti. Hal ini dapat menjadi solusi atas berbagai masalah yang timbul karena para siswa menengah tidak begitu paham pada bahasa pelajaran yang sedang mereka pelajari.

Penerapan model pembelajaran discovery learning di tingkat menengah sangat membantu para guru dan siswa dalam mencapai tingkat pemahaman yang diinginkan. Penerapan model pembelajaran ini dapat dipilih oleh siswa atau guru sesuai dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari. Siswa bisa melakukan pengamatan hingga pengukuran untuk memahami apa yang harus dipelajari. Jadi model pembelajaran ini sangat cocok dipakai di jenjang menengah.

Baca Juga : Percetakan Online

Prosedur Model Pembelajaran Discovery Learning

Langkah-langkah menerapkan pembelajaran discovery learning adalah sebagai berikut.

Stimulation

Pertama, guru menjelaskan materi yang harus dipelajari melalui beberapa contoh. Hal ini merupakan stimulasi untuk memancing tingkat penalaran siswa. Melalui stimulasi ini, guru memberikan dorongan pada siswa untuk berpikir kritis.

Problem Statement

Setelah stimulasi diberikan, para siswa akan menemukan permasalahan yang sedang terjadi. Sehingga siswa harus menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Data Collection

Pada tahap ini siswa mencari berbagai informasi yang terkait dengan permasalahan yang ada. Siswa bisa mencari melalui berbagai literatur hingga objek yang terkait.

Data Processing

Jika data sudah terkumpul, siswa bisa memproses data tersebut sehingga bisa menemukan konsep baru atau jalan keluar atas permasalahan.

Verification

Solusi tersebut akan diverifikasi apakah bisa dipakai atau tidak.

Generalization

Akhirnya, siswa bisa menarik kesimpulan atas permasalahan apa yang sudah diatasi.

Discovery learning merupakan sebuah model pembelajaran kreatif yang masih cocok dipakai untuk siswa menengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *